Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini33
mod_vvisit_counterKemarin58
mod_vvisit_counterMinggu ini33
mod_vvisit_counterMinggu lalu358
mod_vvisit_counterBulan ini1330
mod_vvisit_counterBulan lalu3800
mod_vvisit_counterTotal25264

We have: 1 guests online
Your IP: 38.107.179.232
 , 
Today: May 20, 2012
Jadwal Waktu Shalat

Taushiyah

PERAYAAN MAULID NABI DAN KONTROVERSI MAKNA BID'AH

Perayaan Maulid Nabi dan Kontroversi Ma'na Bid’ah
02/03/2010

Peryataan bahwa perayaan maulid Nabi adalah amalan bid'ah adalah peryataan sangat tidak tepat, karena bid'ah adalah sesuatu yang baru atau diada-adakan dalam Islam yang tidak ada landasan sama sekali dari dari Al-Qur'an dan as-Sunah. Adapun maulid  walaupun suatu yang baru di dalam Islam akan tetapi memiliki landasan dari Al-Qur'an dan as-Sunah.

Pada maulid Nabi di dalamya banyak sekali nilai ketaatan, seperti: sikap syukur, membaca dan mendengarkan bacaan Al-Quran, bersodaqoh, mendengarkan mauidhoh hasanah atau menuntut ilmu, mendengarkan kembali sejarah dan keteladanan Nabi, dan membaca sholawat yang kesemuanya telah dimaklumi bersama bahwa hal tersebut sangat dianjurkan oleh agama dan ada dalilnya di dalam Al-Qur'an dan as-Sunah.
 

Cinta Nabi Kunci Kesuksesan

Habib Thohir bin Abdullah Al-Kaff menyampaikan, kunci sukses dakwah para waliyullah, mujtahid, dan ulama adalah karena tersimpan mahabah (cinta) yang besar kepada Nabi Muhammad SAW. Kecintaan kepada Nabi selalu tertanam dalam hati dan membimbing setiap langkah.

Hal itu disampaikan habib saat memberikan taushiyah dalam cara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-15 Pondok Pesantren Salaf Terpadu Ar-Risalah yang digelar di Aula Muktamar Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis, (18/2) malam.

 

PROSPEKTIF ASWAJA DALAM NU

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926 M) di Surabaya oleh beberapa ulama terkemuka yang kebanyakan adalah pemimpin/pengasuh pesantren. Tujuan didirikannya adalah berlakunya ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) dan menganut salah satu mazhab empat. Ini berarti NU adalah organisasi keagamaan yang secara konstitusional membela dan mempertahankan Aswaja, dengan disertai batasan yang fleksibel.